Milenialbersuara.com – Aktor Ji Chang Wook kembali menjadi sorotan publik melalui penampilannya dalam drama Korea The Manipulated, adaptasi terbaru dari film populer “Fabricated City” tahun 2017. Dalam wawancara terkait penayangan episode final yang digelar di sebuah kafe di Jongno-gu, Seoul, sang aktor membagikan alasan di balik keputusannya kembali membintangi karya yang berada dalam satu semesta dengan film sebelumnya.
Drama action The Manipulated mengisahkan seorang kurir biasa bernama Tae-joong yang dijebak sebagai pelaku kriminal dan dipenjara. Dalam keadaan terpuruk, ia mendapati bahwa seluruh kejadian itu merupakan bagian dari rencana Yo-han, sehingga mendorongnya menempuh jalan balas dendam. Ji Chang Wook kembali dipercaya menjadi pemeran utama sebagai Tae-joong, sosok rakyat biasa yang berubah menjadi figur penuh determinasi.
Meski drama ini berada dalam satu dunia dengan film yang dibintanginya sepuluh tahun lalu, Ji Chang Wook mengungkapkan bahwa alasan ia memilih proyek ini muncul secara intuitif. “Saya tidak tahu mengapa saya memutuskan untuk muncul dalam produksi ini setelah film tersebut, tetapi entah mengapa saya merasa harus melakukannya,” ujarnya. Ia kemudian menambahkan, “Saya juga punya rasa cinta terhadap film, dan ketika membuat sebuah seri dari film dengan dunia yang sama, saya penasaran tentang seberapa berbeda diri saya dibandingkan 10 tahun lalu.”
Namun demikian, ia tidak menampik adanya tekanan besar untuk tampil lebih baik dari versi filmnya. “Saya merasa tertekan untuk menjadikannya lebih baik daripada 10 tahun lalu, tetapi proyek ini berkembang menjadi lebih beragam berkat penambahan karakter dan episode baru. Untungnya, saya banyak mendapat bantuan dari orang-orang di sekitar saya,” ungkapnya.
Sebagai aktor yang dalam tiga tahun terakhir terus muncul dalam drama action Disney+ seperti The Worst Evil, Gangnam Be-side, dan kini The Manipulated, Ji Chang Wook mengakui bahwa adegan pertarungan kali ini sangat menantang. Drama tersebut menuntutnya melakukan beragam aksi, mulai dari pertarungan dalam penjara hingga kejar-kejaran motor dan mobil.
Ia bahkan mengaku sempat menyesal setelah mendengar rincian adegan dari sang sutradara. “Saya melihat naskahnya dan ingin melakukannya, tetapi setelah berbicara dengan sutradara, saya langsung menyesal. Manusia memang mudah lupa. Setiap selesai syuting aksi, saya berjanji pada diri sendiri tidak akan melakukannya lagi, tapi saya tetap mengulanginya,” katanya. Ia menambahkan bagaimana para pemain saling menguatkan, “Melihat betapa lelahnya kami di lokasi syuting, kami saling menghibur. Saat saling bertatapan, kami bisa melihat kelelahan itu dan saling tersenyum.”
Akting emosional yang ia tampilkan sebagai Tae-joong juga menuai banyak pujian. Menurut Ji Chang Wook, karakter ini mencerminkan sosok masyarakat biasa. “Tae-joong mewakili orang paling biasa di Korea. Saya ingin menunjukkan bagaimana seseorang bisa jatuh ke titik paling rendah karena ketidakadilan, dan menggambarkannya dengan putus asa. PR saya adalah membuat penonton berempati,” jelasnya.
Ketika ditanya mengenai peluang musim kedua, Ji Chang Wook tertawa dan berkata, “’The Manipulated’ adalah salah satu proyek tersulit yang pernah saya lakukan. Secara jujur, saya tidak terlalu ingin melakukannya lagi.” Namun ia tetap berterima kasih atas tawaran tersebut, “Saya bersyukur karena itu bukti bahwa karya yang saya bintangi diterima dengan baik, tetapi saya pikir akan membutuhkan tekad yang besar.”
Selain The Manipulated, Ji Chang Wook juga bersiap menampilkan proyek lain seperti seri Netflix Scandal bersama Son Ye-jin, serta drama JTBC Human X Gumiho bersama Jun Ji-hyun. Ia menyebut kesempatan itu sebagai kehormatan besar. “Mereka adalah senior yang saya tonton sejak kecil. Bisa bekerja bersama saja sudah membuat saya bersyukur,” katanya.
Aktor berusia 38 tahun itu juga memperluas kariernya secara internasional, termasuk berpartisipasi dalam produksi Korea–Jepang dan tampil di berbagai program hiburan di Indonesia serta Filipina. “Saat ini adalah waktu untuk melakukan apa yang ingin saya lakukan dan bersikap sedikit rakus. Saya bersyukur bisa tetap sibuk,” ujarnya.























